telling what i can tell

Drummer of Kaitzr | Co-Founder, Script Writer & Video Editor of Loteng Kayu | Digital Imaging Artist

Angkot Yang Terhormat

Heri Mulyana

Digital Imaging

42 x 25 cm

2014

Karya saya, “Angkot Yang Terhormat” menjadi salah satu karya terpilih yang akan dipamerkan dalam pameran seni “Kembali Ke Masa Depan”

Pameran digelar di Rumah Seni Sarasvati, Bandung 20 September - 4 Oktober 2014 & Dutch Design Week, Eindhoven, Belanda.

Terima kasih kepada panitia yang sudah mau-maunya memilih karya saya yang kurang ajar ini :)

“Kalo mau sekadar hidup, kau hanya perlu makan. Tapi kalo mau benar-benar hidup, kau perlu berbagi makanan”

—   @anaylumireh

The Siberian Husky: Digital Painting with Masking technique 

Tasyakuran Enam Sembilan

"Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia."

Apalah artinya kutipan Bung Karno ini kalo kita sebagai pemuda yang digadang-gadang menjadi agent of change (agen perubahan) justru tidak pernah berbuat sesuatu demi perubahan yang positif. Perubahan dari aspek moral-spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial. Kalo memang mengubah dunia dirasa terlalu berlebihan, maka ada cara lain yang mungkin kita lupakan, yaitu mengubah lingkungan dimana kita tinggal dengan ruang lingkup yang relatif lebih kecil.

Hadist Bukhari & Muslim menjelaskan bahwa pemuda termasuk satu dari tujuh macam manusia yang akan mendapat naungan khusus dari Allah Ta’ala pada hari kiamat. Tapi, tidak semua pemuda, melainkan pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah kepada Allah.

Untuk itulah di 17 Agustus 2014 ini, kita selaku bagian dari pemuda yang ditunjuk oleh Bung Karno untuk perubahan, terus bekerjasama dalam wadah organisasi kepemudaan yang bernama Karang Taruna Mekar Biru (KTMB) untuk membantu mewujudkan lingkungan yang kondusif, sejahtera, serta mampu bersaing secara kompetitif dalam berbagai hal.

Dengan mengangkat slogan “Muda, Beda & Berbudaya”, tujuhbelasan kali ini kita menggabungkan semangat nasionalisme dengan  semangat tradisi yang saling melengkapi satu sama lain.

Malam itu, nyala obor dan lampu temaram menjadi penanda yang paling terasa sebagai salah satu elemen estetis pada acara yang sering kita sebut tasyakuran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tasyakur berarti bersyukur atau berterimakasih kepada Allah SWT. Budaya tasyakuran di tempat kami, RW 12 Lio Warunggede, Desa Cibiru Wetan, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung memang berasal dari inisiatif para anggota KTMB terdahulu. Tasyakuran biasanya dilaksanakan pada malam setiap tanggal 16 Agustus hingga jarum jam melebihi pukul 00.00 yang mulai menginjak tanggal 17 Agustus.

Yang berbeda dari tasyakuran kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah kita mencoba menggabungkan budaya tradisional dan kontemporer hasil kreasi dari seluruh anggota Karang Taruna Mekar Biru (KTMB) 2014.

Sambutan

Dipandu oleh Rizga dan Endah sebagai Master of Ceremony (MC), dengan memakai pangsi dan kebaya, mereka tampak berbeda dari biasanya. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua RW 12 yaitu bapak Aef Saefudin, lalu disusul oleh Ketua KTMB, Rezha Faisal dan Ketua Panitia HUT RI ke-69, Rio Octavian.

Pembacaan Puisi

Ketika semua penonton mulai memenuhi area pertunjukan ditemani angin malam yang semakin dingin, Satria dan Aci berkolaborasi membacakan puisi berbahasa sunda yang berjudul “urang jeng wayang” karya Ato Suharto. walaupun terlihat agak canggung dan kaku, penampilan mereka berdua patut diapresiasi.

Teater 69

Tepuk tangan penonton bergemuruh  melihat Rio yang memerankan Aki Udin dan Satria yang memerankan Aceng, cucunya Aki Udin di atas panggung kecil malam itu. Diiringi musik-musik instrumental sunda, para pemain lainnya yang kurang lebih berjumlah 10 orang bergabung di panggung memeragakan beberapa jenis permainan tradisional sebagai bagian dari cerita Aki Udin masa kecil. Penonton pun kembali terhibur melihat para pemain memainkan permainan tradisional yang mungkin dulu pernah dimainkannya juga. Walaupun agak berantakan dalam memerankan adegan, tapi justru disitulah semua penonton tertawa melihat tingkah laku para pemain di panggung.

Penampilan KPJ (Komunitas Penyanyi Jalanan)

Dalam suasana yang semakin hangat sehangat bandrek yang telah disediakan panitia, para penonton dan tamu undangan juga bisa mencicipi beubeutian atau semacam makanan tradisional yang sekarang udah jarang ditemukan. Sambil ngopi, di atas panggung ada KPJ yang menghibur kita semua dengan membawakan lagu-lagu dari Iwan Fals.

Film Dokumenter

Setelah KPJ menampilkan 3 buah lagu pertama, kemudian dimunculkanlah Film Dokumenter perjalanan Karang Taruna Mekar Biru yang berdurasi sekitar 38 menit yang memuat hal-hal unik, menarik, bahkan kegilaan dari barudak KTMB dari tahun ke tahun. Disutradarai oleh Heri Mulyana, film ini menyuguhkan kompleksitas dalam organisasi kepemudaan ini. Suka dan duka terekam jelas dalam film ini, hingga diakhiri dengan rasa tergugah  dan bangga menjadi bagian dari KTMB.

Penampilan Angga, Aldi, dan Rio

Selanjutnya, kreasi lain yang ditampilkan barudak KTMB adalah akustikan sunda yang dilakukan oleh Angga, Aldi, dan Rio. Membawakan 2 buah lagu sunda, mereka berhasil mengundang tepuk dan tawa penonton.

Dikala penonton mulai terlihat ngantuk, KPJ seolah memberi semangat baru untuk kita semua dengan lagu-lagu Iwan Fals dan lagu ciptaan mereka sendiri. Saat semua penonton mulai berdiri dan larut dengan suasana, api unggun dinyalakan disela-sela nyanyian. Semakin menambah kehangatan dengan kebersamaan yang terjalin.

Ya, inilah kita yang selalu berusaha menyuguhkan yang terbaik untuk masyarakat dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Menjadikan malam itu sebagai salah satu malam yang membahagiakan.

Salam KTMB

 

Nyawang Bulan Purnama Sari di Gunung Padang Cianjur

Pemutaran film dokumenter “Pusaka Kujang” yang dipersembahkan oleh Bumi Dega, Brotherhood, dan Hayam Djago.

Bandung, 6 Juni 2014.

The Siberian Husky
Heri Mulyana
Digital Imaging/Digital Painting/Digital Art
59,4 x 42 cm
2014
8 Hours
Heri Mulyana
Digital Imaging/Digital Art
42 x 59,4 cm
2014
Satyagraha
Heri Mulyana
Digital Imaging/Digital Art
64 x 29,7 cm
2014